Blog remaja ciptaan Athalla Rizky Arsyan yang isinya cerita "Absurd".

Sabtu, 20 September 2014

Posted by athallara on 08.08 in , , | 2 comments
Blinded By The Light - Buta Oleh Sebuah Cahaya. Saat patah hati, dunia serasa seperti sebuah langit tanpa bintang-bintang dan rembulan yang dulu menerangi setiap malamnya.. Pagi yang kehilangan mentarinya.. Dedaunan yang kian berguguran dari pohon yang juga kian melayu mati kekeringan..

Berusaha mencari obat, berusaha bernafas, berusaha menyulam hati yang rusak ini dengan segala cara. Apapun telah kita lakukan demi pulihnya hati ini dari rasa sakit.. Dimana rasa sakit itu gak bisa dijelaskan dengan kata-kata, dimana rasa sakit itu hanya kita yang tau bagaimana rasanya, dimana gak ada yang peduli dengan apa yang kita rasakan, dimana rasa sakit itu hanya bisa disembuhkan oleh seseorang yang berdiri 'Jauh' disana..

Namun, upaya-upaya yang kita lakukan.. gak membuahkan sebuah hasil samasekali. Hanya membuat hati kita kian terluka. Terus berdoa, memohon kepada-Nya, terus bertanya.. Apakah ini mimpi? Apakah ini benar-benar terjadi?, pada akhirnya kita hanya berusaha lari dari kenyataan.

Berhentilah lari dari kenyataan! Bukan.., ini bukan mimpi, ini adalah sebuah bagian dari kehidupan.. Rasa sakit itu merupakan bagian dari pembelajaran.. Rasa sakit itu, sesuatu yang medewasakan kita.. Rasa sakit itu, hanya datang sesaat..

"Setiap orang pernah terluka. Jangan fokus pada sakitnya.. Fokuslah pada apa yang bisa kamu pelajari untuk jadi lebih baik."

Dimana saat seseorang pergi dari kehidupan kita, telah memberi kesempatan pada orang yang lebih baik untuk membahagiakan kita, Begitu katanya.

Twitter: @GoBijak
Namun kapan? kapan orang yang lebih baik itu akan datang? kapan orang itu akan menyulam hati kita yang berlubang ini? ,pertanyaan itu yang terus terngiang-ngiang di-benak fikiran kita. Yang pasti, kita takakan bisa menebak apa yang Tuhan recanakan pada kita.

Andai kamu tau, cinta itu buta.. Cinta itu kesat mata.

Disaat kita berusaha memperbaiki kehidupan, mencari pengganti dia yang menghianati, mencoba memulai kisah baru, berusaha bangkit dari kegelapan....,namun semua itu tetap saja salah.

Dan disaat kita sudah menemukan sebuah pengganti, orang baru disana.. orang yang membuat jantung kita terguncang karena melihat senyumnya, orang yang mengobati luka secara tidak langsung, orang yang memberikan kita semangat baru...., Dan bahkan orang itu adalah orang yang tidak pernah kita kenal sebelumnya, namun orang tersebut telah berhasil menerangi kita dari kegelapan ini.

Kenapa? Kenapa kita mencintai orang yang bahkan belum kita kenal? Bagaimana perasaan itu bisa muncul dengan sendirinya? Inikah bagian rencana Tuhan?

Semua itu kita lakukan karena "Mencintai" bukanlah bagaimana kita melihat tapi bagaimana kita merasakan. Bukan karena kita "Mendengar" tapi bagaimana kita mau mengerti.

Orang itu-pun muncul menjadi pelita dalam hidup kita.. Namun kembali lagi, semua itu nyatanya hanya membutakan kita pada segalanya. Membuat kita hanya terfokus kepadanya serta melupakan apapun yang kita miliki saat ini.

Kita telah berupaya untuk bisa mengetahui namanya, mengetahui bagaimana sejarah hidupnya, bagaimana perasaannya terhadap kita. Namun kita tidak memiliki keberanian.. entah apa yang membuat kita takut, membuat kita kehilangan kekuatan. Memang semua itu manusiawi, tapi kita juga harus tau bahwa ternyata..

"Cinta merupakan bagian terlemah bagi orang kuat Sekaligus bagian terkuat bagi orang lemah.."

Cinta dapat merapuhkan, namun dapat juga memulihkan. Karena ketidakberanian yang kita miliki, kita berusaha mendekatinya..., melalui bantuan oranglain.

Pada akhirnya, kita semakin tau bagaimana riwayat hidupnya. Kita merasakan bahwa dia merupakan orang yang sempurna bagi kita. Dialah cahaya kita.. Akan tetapi, kitapun tau cahaya tidak selalu dapat menerangi kebutaan kita karna kegelapan. Ternyata, Cahaya yang kita terima darinya.. malah membutakan kita.

Diibaratkan seperti mentari, disaat kita jauh darinya.. kita terpesona akan keindahan yang dimilikinya. Kehebatannya menerangi langit dan bumi ini dengan cahayanya yang abadi. Tapi disaat kita mendekat.. dan makin mendekat.. yang terasa hanyalah rasa panas yang membakar. Dan akhirnya kita dibutakan oleh cahayanya, kita tidak bisa melihat apapun. Oke, kita berhasil dibutakan lagi.. dan lagi..., namun bedanya kini bukanlah kegelapan yang membutakan kita.

Mungkin.. itulah alasan kenapa kita gak punya keberanian untuk mendekatinya. Kita takut, takut dia malah membutakan kita kembali.

Lagipula.. Apakah pengorbanan yang kita lakukan kepadanya sepadan dengan apa yang dia berikan pada kita? Apakah dia peduli jika kita menganggapnya sebagai cahaya di hidup kita? Apakah dia merasakan apa yang kita rasakan? Apakah dia mengerti? Apakah dia tau alasan kecil kenapa kita mencintainya?

Jawabannya sangat sederhana, yaitu... TIDAK.

Twitter: @GoBijak
Sang cahaya yang kita damba-dambakan pun Tidak mengerti apa yang kita rasakan. Kita berusaha menjelaskan apa yang kita rasakan padanya.. Namun semua itu tetap saja sia-sia.

Mendengar hal itu, kita serasa ingin menyerah.. kita tau bahwa cinta itu sebuah pertarungan, dan hidup adalah peperangan. Kita sudah kalah.. kita terjatuh.. kita sudah tidak kuat untuk bertarung lagi, dan kita bingung harus melakukan apa lagi. Kita pun juga tau Cahaya-pun ternyata tidak berpihak pada kita.

Namun kita tak mau meyerah, disaat kita terjatuh dan kalah oleh orang-orang disana.. kita sadari bahwa kita masih memiliki sebuah perisai yang melindungi kita. Kita tidak takut lagi, kita tidak sendirian lagi, kita tidak kesepian lagi.. Seseorang diatas sana, telah mengirim sebuah tanda kepada kita, mengirim sebuah siasat. Tuhan tlah mengirimkan malaikat-malaikatnya untuk membantu kita bangkit dari kekalahan ini. Intinya, kita sudah tidak takut lagi.

Dan kali ini, kita belajar.. bahwa cahaya tidak hanya dapat menerangi kita dari buta yang disebabkan kegelapan. Namun cahaya dapat membutakan kita juga.. semua ada takarannya. Dan kita belajar.. pengharapan yang lebih hanya akan membunuh kita secara perlahan. Lebih baik kita berada jauh-jauh dari cahayanya, dan kita juga berusaha menjauh dari kegelapan agar kita bisa melihat kembali dengan normal. Kita-pun sadar kita masih belum pantas untuknya.. Kita hanya manusia biasa, kita bukan Malaikat.. Kita bukan Pahlawan..

Tapi jika kita tidak pernah menyerah, kita bisa belajar.. belajar untuk menjadi pahlawan.. Belajar mencintai oranglain karena mencintai, seperti sifat yang dimiliki malaikat. Karena.. kebanyakan manusia mencintai oranglain karena mereka ingin dicintai kembali.

Don't look by the cover, sometimes what we wanted wasn't what we needed. Be thankful with what you have!

Since, AthallaRA.


2 komentar:

  1. nyentuh banget… :') <//3

    BalasHapus
  2. (y) nyess banget thall. makasih gua jadi termotifasi:D
    semangat ya thall.

    BalasHapus

Kepo? Disini tempatnya!