Blog remaja ciptaan Athalla Rizky Arsyan yang isinya cerita "Absurd".

Minggu, 08 Februari 2015

Posted by athallara on 04.58 in , , | No comments
Friendship ~
1000 Teman Penghianat atau  Seseorang sahabat yang setia

Jika kamu diberi pilihan tersebut, mana yang kamu pilih? Pasti jawabannya seorang sahabat bukan?

Sahabat merupakan seseorang yang seharusnya selalu ada untuk mewarnai hidup kita, seseorang yang membebaskan kita dari kehidupan yang monoton. Sang malaikat yang menyamar dalam bentuk sesederhana mungkin dan bertugas menemani kita dikala susah maupun senang.

Seseorang sahabat lebih berarti daripada seribu teman yang hobinya menghianati kita. Tak jarang kita menemui sesosok teman yang hanya selalu ada disaat kita sukses, namun pergi disaat kita gagal. Lain halnya dengan sahabat yang selalu siap menemani kita dalam kondisi apapun.

Beberapa orang mengatakan, persahabatan sejati itu layaknya “tangan” dan “mata”.

“Dikala tangan terluka mata-kan menangis, begitupun sebaliknya… dikala mata menangis tangan-kan berusaha mengusap air matanya.”

Dua hal yang tidak dapat dipisahkan.

Friends Forever ~

Namun, apa yang terjadi bila seseorang sahabat menghianati? Lain lagi ceritanya. Mengetahui bahwa nyatanya sahabat yang kita miliki telah berhianat, membuat kita ingin mengkritik sang pembuat naskah kehidupan.

“Tuhan, kenapa? Kenapa semua ini terjadi?”

“Mengapa dia terlihat berbeda dari biasanya?”

“Mengapa dia berubah? Kemana dia yang dulu? Dia yang selalu ada menemaniku?”

“Tolong… beritahulah apa yang sedang Engkau rencanakan, Tuhan?”

Sebuah kata-kata yang terucap dalam doa.

Kemana kamu ingin membuang semua kenangan itu? Kenangan saat bersama dia, sahabatmu. Keluh-kesah yang selama ini kalian lewati bersama, pengalaman berharga yang kalian lewati, kini pergi menghilang begitu saja ditelan waktu.

Kamu Tengah Belajar Untuk Lebih Percaya Pada Dirimu Sendiri.

Kini tiada lagi yang mengisi kekosongan jiwa dan hatimu. Hanya ada rasa penyesalan dan kekecewaan yang mendalam. Kini kamu kesepian, hanya nada-nada nan indah di ponselmu yang mengerti bagaimana perasaan yang kamu rasakan saat ini.

Hancur… Hampa… Terlupakan… ,mungkin begitulah yang kamu rasakan.

Saat bertemu dengannya kita cuma bisa menahan air suci yang hampir meluap dari mata, dan menutupinya dengan kebohongan kecil yang disebut dengan ‘senyuman’. Serta menahan amarah dalam benak fikiran layaknya merapi yang hendak meletus. Intinya, saat itu diri kita merasa tidak karuan. Rasanya ingin berteriak dalam lautan dalam, dimana tiada yang bisa mendengar teriakan itu sendiri. Semua itu kita lakukan karena suara kita, kini tiada arti tanpa kehadirannya.

“Kehilangan seseorang yang sangat kita sayangi merupakan sebuah rasa sakit tersendiri, yang dimana lidah mungkin sudah tidak bisa diharapkan untuk menjelaskanya lagi.”

Namun… kecamkanlah sahabat. Aku akan segera bangkit kembali! Aku tidak akan menyerah disini! Selagi aku masih bisa berjalan, selagi aku masih bisa melihat, selagi aku masih bisa bernafas, AKU TIDAK AKAN MENYERAH! Kali ini aku belajar, ternyata rasa sakit yang diberikan dari penghianatan seorang sahabat lebih sakit dari ribuan rasa sakit yang diberikan oranglain. Dahulu kamu yang aku percayai telah menghianatiku, kini aku tak akan percaya lagi dengan tutur katamu yang manis namun terasa seperti pisau yang dapat merobek hati kecil didalam tubuhku.

Aku sadar, kamu ternyata hanya singgah dalam hidupku. Dan aku ikhlas untuk melepas kepergianmu, aku lebih senang melihatmu bahagia dengan orang baru disana, dibanding bersamaku dengan ribuan kebohongan yang melekat pada dirimu.

Biarkan Aku Memilih Kisahku ~

Ingatlah satu pesan terakhirku sahabat: “Roda di dunia ini akan terus berputar. Gelap-kan berganti terang, mendung-kan tergantikan oleh mentari, dan tangisku ini akan tergantikan oleh senyuman tulus dari bibirku. Serta ada kalanya kamu akan merasakan apa yang aku rasakan, yaitu dikecewakan oleh orang yang kamu sayangi. Aku mungkin akan memaafkanmu namun aku tidak akan bisa melupakan perbuatanmu.”

“Terkadang, kita harus memaafkan. Bukan karena kita lemah, namun karena kita menyadari bahwa setiap orang pasti melakukan kesalahan.”

Selamat jalan sahabat, hidupku akan lebih bahagia jika tak bersama dirimu. ~

0 komentar:

Posting Komentar

Kepo? Disini tempatnya!